Senin, 04 Maret 2013

BATAS

BATAS INFO:

Producer : Marcella Zalianty
Director : Rudi Soedjarwo
Producer (Company) : Keana Production
Language : Indonesian
Genre : Drama
Classification : U
Release Date : 2011
Script: Slamet Rahardjo Djarot
Cast: Marcella Zalianty, Arifin Putra, Ardina Rasti, Jajang C Noer, Piet Pagau, Marcell Domits, Alifyandra

BATAS SYNOPSIS:

Jaleswari, with her full ambition and confidence is volunteered to take the responsibility to improve the performance of CSR programs in education which are discontinued without reason. She undertakes to enter border areas in the jungle of Borneo and promised will fix it within two Weeks. It turned out that a Will is not necessarily in line with reality. Border areas in the jungle of Borneo has her own life pattern.
They have a different point of view of understanding the meaning of the border line. Inner conflict occurred when she was caught on humanitarian issues far more interesting and touching than the company’s data which are very theoretical because in essence the problem is very relative sense and has a different truth.
Jaleswari is in the boundary options. The forest and lifestyle of the people has to realize herself that her efforts to improve people’s lives can not be separated with local customs. Jaleswari really understand Adeus, a teacher who is trusted for the education program, Now become a quiet and apathetic, because the company wants the education system in Jakarta, not in accordance with the wishes of the community. Citizens prefer to be workers who promised to get rich by person named Otik. One of the victims were Ubuh, TKI worker who escaped from neighboring countries. The Dayak people, Ubuh not only have an allotted protection but also the warmth and friendliness that makes it fade slowly recovering from the trauma
This human tragedy, change Jaleswari thinking. All events took place before his eyes. Soul shake and Commander Adayak, chieftain led her to understand the “forest language” which explores the respect and Love for no damage and instead to maintain and enhance human dignity and his environment. Jaleswari step very helpful for Arif as an instrument of the republic in camouflage and deployed in the border region.
Can Jaleswari rise, past the limit and continue to fight for better lives of the people?
Sinopsis : Jaleshwari, dengan ambisi dan kepercayaan penuh,mengajukan diri untuk mengambil tanggung-jawab memperbaiki kinerja program CSR bidang pendidikan yang terputus tanpa kejelasan. Dia menyanggupi masuk ke daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan dan menjanjikan dalam dua minggu Ketidakjelasan itu dapat diatasi.
Ternyata suatu kehendak belum tentu sejalan dengan kenyataan. Daerah perbatasan di pedalaman Kalimantan memiliki pola kehidupannya sendiri. Mereka memiliki titik-pandang yang berbeda dalam memaknai arti garis perbatasan. Mereka tidak terlalu perduli tentang Kawasan batas negara. Mereka hidup dengan kesadaran wawasan budaya Dayak yang tidak terpisahkan oleh demarkasi batas politik. Peristiwa kehidupan yang unik telah membawa Jaleshwari dalam situasai yang pelik. Konflik bathin terjadi ketika dia terperangkap pada masalah kemanusiaan yang jauh lebih menarik dan menyentuh perasaan dibanding data perusahaan yang sangat teoritis dan terasa kering karena pada hakekatnya masalah rasa sangat relatif dan memiliki kebenaran yang berbeda.
Jaleshwari berada dalam tapal batas pilihan. Karisma hutan dan pola hidup masyarakat telah menyadarkan dirinya bahwa upaya memperbaiki kehidupan masyarakat tidak bisa dipisahkan dengan adat istiadat setempat peristiwa kehidupan manusia yang melanggar adat dan mampu menyengsarakan sesamanya tergelar jelas di depan mata. Jaleshwari sangat memahami Adeus, seorang guru yang dipercaya menjalankan program pendidikan, kini menjadi pribadi pendiam dan apatis, karena sistem pendidikan yang diinginkan perusahaan di jakarta, tidak sesuai dengan keinginan masyarakat. Masyarakat lebih memilih untuk jadi tenaga kerja yang dijanjikan jadi kaya oleh penjual jasa bernama Otik. Salah satu korbannya adalah Ubuh, pekerja TKI yang melarikan diri dari negeri tetangga. Oleh masyarakat Dayak disana, Ubuh tak hanya beroleh perlindungan namun juga kehangatan dan keramahan yang perlahan membuatnya berangsur pulih dari trauma.
Tragedi kemanusiaan ini,merubah pemikiran Jaleshwari. Semua peristiwa terjadi di depan matanya jiwanya goncang dan Panglima Adayak, kepala suku menuntunnya memahami “Bahasa Hutan” yang mengetengahkan rasa hormat dan cinta untuk tidak merusak dan sebaliknya malah menjaga dan meningkatkan harkat manusia dan lingkungan kehidupannya. Langkah Jaleshwari sangshwariat membantu Arif sebagai instrumen negara yang dalam penyamaran dan ditugaskan di wilayah perbatasan. Mampukah Jale bangkit, melewati batasnya dan terus berjuang untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar